Oleh: Admin
Islam Hijau – Di tengah tantangan pengelolaan sampah yang semakin berat, muncul inisiatif yang menarik perhatian: masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat penggerak ekonomi sirkular. Salah satu contoh nyata terjadi di Masjid Baitul Makmur, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Pada November 2025, masjid tersebut menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan “Gerakan Sedekah Sampah Indonesia: Masjid Penggerak Ekonomi Sirkular untuk Masyarakat Sehat dan Lestari”. Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (GRADASI), kolaborasi antara Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL), dengan dukungan UNDP Indonesia.
Lebih dari 300 peserta hadir, termasuk pembina pondok pesantren, guru, dan santri dari wilayah Bekasi. Acara dibuka dengan aksi nyata: jamaah membawa sampah anorganik yang sudah dipilah dari rumah masing-masing sebagai bentuk sedekah sampah. Setelah itu, peserta diajak mengunjungi Eco Edu Park yang ada di area masjid. Di sana mereka melihat langsung praktik pengelolaan lingkungan seperti biopori, komposter, keran hemat air, dan panel surya.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa masjid bisa menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan sekaligus. Sampah yang biasanya hanya dibuang, diubah menjadi bagian dari sistem yang lebih berkelanjutan. Jamaah tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga belajar bahwa pengelolaan sampah yang baik bisa menjadi pintu masuk ekonomi sirkular di tingkat komunitas.
Pihak Kementerian Lingkungan Hidup menilai gerakan seperti GRADASI memiliki potensi besar. Perubahan besar sering kali berawal dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga keagamaan dinilai mampu membangun ekosistem ekonomi sirkular yang lebih luas.
Dalam perspektif Islam, praktik ini sejalan dengan semangat menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman dan menghindari sikap israf (pemborosan). Ketika sampah dikelola dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan lingkungan, tetapi juga bisa kembali kepada masyarakat dalam bentuk nilai ekonomi dan edukasi.
Gerakan Sedekah Sampah di Masjid Baitul Makmur menjadi salah satu bukti bahwa rumah ibadah bisa berperan lebih jauh. Bukan hanya tempat berdoa, tetapi juga tempat belajar mengelola sumber daya dengan bijak dan menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi umat dan bumi.
